Kenikmatan Surga Paling Mulia

Senin, 21 Desember 2009


Sesungguhnya kenikmatan surga yang paling mulia adalh memandang wajah Allah, mendengar percakapan-Nya, sebagaimana yang tertera di dalam kitab shahih muslim. Dari syuaib , dari nabi “wahai penghuni surge sesungguhnya Allah punya janji kepada kalian. Apakah kalian ingin mengetahui janji tersebut?” Mereka bertanya , “Apakah itu? Bukannya Allah telah membuat wajah kami bersinar? Allah juga memberatkan timbangan kebaikan kami, memasukkan kami ke dalam surge dan menghindarkan kami dari api neraka ?” kemudian, Allah menyingkapkan tabir dari wajah-Nya, sehingga para penghuni surga dapat memandang wajah Allah, dan tidaklah nikmat lebih baik yang diperoleh penghuni surga selain memandang wajah Allah yang mulia.

Sebagaimana Allah juga mengumpulkan bagi para kekasih-Nya dua kenikmatan, yaitu kenikmatan surga dan dapat melihat wajah Alla SWT secara langsung.
Alangkah bahagia orang mendapat kemuliaan yang besar. Yaitu kemuliaan memandang wajah Allah. Kita memohon kepada Allah semoga Allah mengumpulkan kita dari kalangan hamba-hamba-yang Allah firmankan didalam Al-Qur’an

“sesungguhnya orang-orang baik berada di dalam surga Na’im. Di atas dipan-dipan mereka melihat (wajah Allah)” (Al-muttaffifin: 22-23)

Dikutip dari mutiara ibnul Qayyim al- jauziah

Kunci-kunci Perkara



Sesungguhnya setiap pintu itu pasti ada kuncinya dan perkara dunia juga ada kuncinya masing-masing :

• Kunci surga adalah tauhid

• Kunci sholat adalah kesucian

• Kunci ibadah haji adalah ihrom

• Kunci kebaikan adalah jujur

• Kunci ilmu adalah bertanya dan menyimak dengan baik

• Kunci pertolongan adalah sabar

• Kunci bertambahnya rezeki adalah syukur

• Kunci diijabahinya permintaan adalah doa

• Kunci kemuliaan adalah taat kepada Allah dan Rosul-Nya

• Kunci semua kebaikan adalah mencintai Allah dan mendahulukan Akhirat

• Kunci kejelekan adalah cinta dunia dan panjang angan-angan

Dikutip dari mutiara ibnul Qayyim al- jauziah

Surat Dari Akhwat

Jumat, 18 Desember 2009




Mewakili semua suara akhwat...!!! -fwd dr milis-
- ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda:

- Tentang Julius Caesar, kaisar Romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda:Cleopatra.
Semua dia lakukan (kata ahli sejarah)...atas nama cinta

- Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi seorang wanita, rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa... tetap saja:atas nama cinta -

Satu lagi, seorang janda bernama Khadijah, yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini
membawa risalah Tuhannya.

Ini juga :atas nama cinta kata Jalaluddin Rumi: cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih dan dengan cinta, sakit menjadi obat dengan cinta yang mati akan menjadi hidup dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh..

afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara.. yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin...salah langkah.

Bila aku salah, atau .. artikel ini tak berkenan, mohon maaf.

Itu saatnya aku untuk dikritisi...
aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih)
tolong untuk para ikhwan (atau yang merasa sebagai muslim):

wanita adalah makhluk yang sempit akal danmudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, but itu fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi.

Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami.Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. But, jujur saja,
ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) but suka karena diperhatikan "lebih".

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta"aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.

Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman

Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut
menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah
label:ta"aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju
padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki
baik. jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu ada beda... persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus..... beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan" Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah

antum memang bukan Mush"ab
antum juga tak sekualitas Yusuf as.
tetapi antum bukan Arjuna
dan tak perlu berlagak seperti Casanova
karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah:
segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa. Tolong, sebelum antum memutuskan untuk mendatangi kami jawab dulu pertanyaan ini dengan jujur:

- setelah 3 bulan antum mendatangi dan menyatakan cinta, antum masih belum siap untuk mengikrarkan dalam sebuah pernikahan?

- ataukah antum masih butuh waktu lebih lama dan meminta kami menunggu,
dengan alasan yang tidak syar"i dan terlalu duniawi?
kalau jawabannya "YA",:
"SELAMAT"

berarti antum lebih pantas masuk surga dibandingkan Ali bin Abi Thalib as.
Dia baru berani mengatakan cinta kepada Fathimah, setelah menikah. Ali,
pemuda kesayangan Rasul, tetapi menunggu waktu bertahun-tahun untuk
mengatakannya. Bukan karena dia pengecut tentu saja justru karena dia adalah laki-laki kualitas surga...

Tolong, kami tidak ingin menyakiti hati calon suami kami yang sebenarnya.
Mereka berusaha untuk menjaga hijab, agar datang kepada kami dalam kondisi suci hati, tetapi kami malah menjajakan cinta kepada laki-laki yang belum tentu menjadi suami kami.

atau antum sekarang sudah berani menjamin bahwa antum adalah calon suami kami sebenarnya? maaf, wanita itu lemah dan mudah ditaklukkan. sebagai saudara kami, tolong, jaga kami. karena kami akan kuat menolak rayuan preman, but bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.

Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahiNYA?

Bukankah lebih membahagiakan bila kita diertemukan dalam kondisi diridhoiNYA?

Menjadi Muslim Kaffah

Kamis, 17 Desember 2009


Seorang muslim wajib masuk Islam secara kaffah, yaitu masuk ke dalam segala syariat dan hukum Islam secara keseluruhan, bukan berislam sebagian dan mengambil selain syariat Islam untuk sebagian lainnya.
Jika seorang muslim melaksanakan Islam sebagian seraya melaksanakan selain Islam pada sebagian lainnya, itu berarti dia mengikuti langkah-langkah syaitan yang terkutuk. Firman Allah SWT:

“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (Qs al-Baqarah [2]: 208).


Sebab turunnya (sababun nuzul) ayat ini, sesuai riwayat dari Ibnu Abbas berkaitan dengan Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya –para shahabat yang masuk Islam dan dulunya adalah pemeluk Yahudi— yang telah beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan syariat Islam yang dibawa beliau, akan tetapi tetap mempertahankan keyakinan mereka kepada sebagian syariat Nabi Musa AS. Misalnya, mereka tetap menghormati dan mengagungkan hari Sabtu serta membenci daging dan susu unta. Hal ini telah diingkari oleh shahabat-shahabat Rasulullah SAW lainnya. Abdulah bin Salam dan kawan-kawannya berkata kepada Nabi SAW, “Sesungguhnya Taurat adalah kitabullah. Maka biarkanlah kami mengamalkannya.” Setelah itu, turunlah firman Allah surat al-Baqarah [2]: 208 di atas (Majalah Al Wa’ie, no. 159, Rabiuts Tsani, 1421, hal. 14).
Jadi, siapa saja yang telah masuk Islam, dia wajib masuk Islam secara keseluruhannya. Tidak boleh mempertahankan hukum selain Islam, sebab Islam telah menasakh (menghapus) syariat-syariat para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:

“(Al-Qur`an itu) membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (Qs. al-Maa'idah [5]: 48).

Yang dimaksud batu ujian (muhaiminan) artinya adalah penghapus (nasikhan) bagi syariat-syariat sebelumnya. Dengan demikian, mempertahankan sedikit saja dari syariat-syariat sebelumnya –yang tidak diakui Islam—berarti mengikuti langkah-langkah syaitan. Firman Allah SWT:

“…dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (Qs. al-Baqarah [2]: 208).

Makna-makna inilah yang telah dikemukan oleh para ahli tafsir terpercaya. Secara lebih mendalam, Imam Ibnu Katsir menfasirkan ayat di atas (2: 208) dengan menyatakan,

“Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin dan mempercayai Rasul-Nya, untuk mengambil seluruh ikatan dan syari'at Islam, mengerjakan seluruh perintah-Nya serta meninggalkan seluruh larangan-Nya, sesuai kemampan mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir, Juz I, hal. 247).

Sejalan dengan ini, Imam An-Nasafi, menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah berserah diri dan ta'at, yakni berserah diri dan ta'at kepada Allah atau Islam. Menurutnya, kata “kaaffah” adalah haal (penjelasan keadaan) dari dlomir (kata ganti) udkhulu (masuklah kalian) yang bermakna jamii'an (menyeluruh/semuanya, dari kalangan kaum mukminin). Diriwayatkan dari Ikrimah, firman Allah di atas diturunkan pada kasus Tsa'labah, 'Abdullah bin Salam, dan beberapa orang Yahudi yang lain yang telah masuk Islam.
Mereka mengajukan konsensi kepada nabi untuk diijinkan beribadah di hari Sabtu. sebagai hari besar orang Yahudi (hari Sabath). Kemudian dijawab oleh Allah dengan ayat di atas. (Tafsir Al-Nasafi, Madarik al-Tanziil wa Haqaaiq al-Ta`wil, Juz I, hal.112). Imam Thabari mengutip dari Ikrimah, bahwa ta'wil ayat di atas adalah seruan kepada orang-orang mu'min untuk menolak semua hal yang bukan dari hukum Islam; melaksanakan seluruh syari'at Islam, dan menjauhkan diri dari upaya-upaya untuk melenyapkan sesuatu yang merupakan bagian dari hukum-hukum Islam. (Tafsir al-Thabariy, Jilid II, hal. 337).
Imam Qurthubi menjelaskan bahwa lafadz kaaffah adalah sebagai haal (penjelasan keadaan) dari lafadz al-silmi atau dari dlomir mu'minin. Sedangkan pengertian kaaffah adalah jamii'an (menyeluruh) atau 'aamatan (umum). (Tafsir Qurthubiy, Juz III hal. 18). Bila kedudukan lafadz kaaffah sebagai haal dari lafadz al-silmi maka tafsir dari ayat tersebut adalah Allah SWT menuntut orang-orang yang masuk Islam untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan (total). Tanpa ada upaya memilih maupun memilah sebagian hukum Islam untuk tidak diamalkan.
Pemahaman ini diperkuat dengan sababun nuzul (sebab turunnya) ayat tersebut yang mengisahkan ditolaknya dispensasi beberapa orang Yahudi, ketika mereka hendak masuk Islam. Tentunya hal semacam ini bukan hanya untuk orang yang mau masuk Islam saja, akan tetapi juga berlaku untuk orang-orang mu'min sebagaimana penjelasan Ibnu Jarir al-Thabari yang mengutip tafsir (penjelasan) dari Ikrimah di atas.
Oleh karena itu, kaum muslimin diperintahkan untuk hanya berserah diri, ta'at, dan melaksanakan seluruh syari'at Nabi Muhammad SAW (yakni Islam), bukan pada aturan-aturan lain.
Dengan demikian, jelaslah, seorang muslim dituntut masuk ke dalam Islam secara menyeluruh. Merupakan kesesatan yang nyata, apabila ada orang yang mengaku dirinya Islam, namun mereka mengingkari atau mencampakkan sebagian syari'at Islam dari realitas kehidupan –seperti mengikuti sekulerime. Al-Qur'an dengan tegas mengecam sikap semacam ini, firman Allah SWT:

“...Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) serta mengingkari sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat nanti mereka akan dilemparkan pada siksa yang amat keras.” (Qs. al-Baqarah [2]: 85). [ ]

5 Cara Menghilangkan Stress

Rabu, 16 Desember 2009



Stress nerupakan reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya sehingga stress membuat tubuh memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Dan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tapi bila berlebihan akan membuat tubuh gelisah, tegang , sakit kepala, lupan diare dan lain2. Berikut tips agar dapat menjadi pribadi tangguh menghadapi masalah :
1. Paham tujuan hidup
Sejatinya kita umat muslim tahu bahwa kita hidup di dunia untuk beribadah kepada Allah (adz-Dzariat : 56 ) dan hidup dan mati kita hanya untuk Allah ( Al-An’am : 162 ) dengan itu kita punya pijakan yanag jelas dan hidup terasa enteng .
2. Paham Nilai dunia
“ kehidupan dunia itu tidak lain adalah kesenangan yang memperdayakan (Ali Imron : 185 ) jadi jangan terlalu repot dan bersusah payah untuk mendapatkan dunia.
3. Tawakal, Syukur dan Sabar
Dgn tawakal yaiu ikhtiar dan Doa kita menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah dan kita yakin itulah yang terbaik. Dengan syukur apa yang kita terima saat ini tidak menjadikan kita gelisah. Dan dengan sabar kita bisa mengatasi masalah tanpa menggunakan emosi.
4. Paham takdir
Dengan memahami takdir kita akan percaya ke Maha Kuasaan Allah dan Ke Maha AdilanNya. Dalam kondisi sepahit apapun kita tetap menggantungkan hidup kita kepada Allah.
5. Memaknai harta secara benar
“ sesungguhnya umat ini memiliki cobaan dan cobaan umatku adalah harta benda” (tirmizi) jadi harta yang kita punya sekarang ini merupakan cobaan dari Allah dan sebagai alat untuk melangkah di dunia.
Begitulah, islam ini mengarahkan presepsi manusia tentang hidup dan segala cakupannya yang indah, selaras dan seimbang.bila mampu mempersiapkan kehidupan dengan benar, ketenangan dan ketetramanlah yang ada, tak ada lagi kekhawatiran apalagi stress. Selamat tinggal stress ….